Program utama yang dijalankan adalah mengajak masyarakat untuk meninjau kembali laci atau lemari mereka. Sering kali, kita memiliki perangkat elektronik yang sudah tidak terpakai namun masih berfungsi dengan baik setelah melakukan pembaruan ke model terbaru. Melalui yayasan ini, tersedia cara mudah salurkan donasi yang transparan bagi siapa saja yang ingin menyumbangkan perangkat lama mereka. Alih-alih membiarkan barang tersebut menjadi sampah elektronik yang mencemari lingkungan, memberikan perangkat tersebut kepada yang membutuhkan adalah bentuk nyata dari kepedulian sosial. Barang yang mungkin bagi kita sudah tertinggal zaman, bisa jadi merupakan harta yang sangat berharga bagi seorang siswa untuk mengerjakan tugas sekolahnya.
Fokus utama dari kegiatan ini adalah pengumpulan dan penyaluran gadget bekas seperti smartphone, tablet, hingga laptop. Sebelum diserahkan kepada para penerima manfaat, tim teknis dari yayasan akan melakukan pengecekan, pembersihan data, serta perbaikan ringan untuk memastikan perangkat tersebut dalam kondisi layak pakai dan siap digunakan untuk keperluan belajar. Proses ini dilakukan dengan standar yang ketat agar bantuan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang. Yayasan ini juga memastikan bahwa bantuan jatuh ke tangan yang tepat melalui proses seleksi dan verifikasi data sekolah serta kondisi ekonomi keluarga siswa secara langsung di lapangan.
Bagi para donatur, yayasan ini memberikan kemudahan layanan jemput barang atau penyediaan titik pengumpulan di berbagai lokasi strategis. Transparansi adalah kunci utama yang dijaga oleh Yayasan ABM, di mana setiap donatur akan mendapatkan laporan mengenai siapa siswa yang menerima perangkat tersebut dan bagaimana perkembangan belajar mereka setelah mendapatkan bantuan. Hubungan emosional yang terbangun antara donatur dan penerima manfaat inilah yang membuat program ini terus tumbuh dan mendapatkan dukungan luas. Membantu pelajar melalui teknologi bukan hanya soal memberikan barang fisik, tetapi memberikan akses terhadap jendela ilmu pengetahuan seluas-luasnya yang tersedia di dunia maya.
Selain memberikan perangkat, yayasan ini juga sering kali bekerja sama dengan penyedia layanan internet untuk memberikan subsidi kuota bagi para siswa yang telah menerima bantuan perangkat. Pendekatan yang menyeluruh ini memastikan bahwa kendala utama dalam pembelajaran daring dapat teratasi secara tuntas. Dampak positifnya terlihat dari meningkatnya nilai akademik dan semangat belajar para siswa yang sebelumnya sempat turun karena merasa tertinggal dari teman-temannya. Inovasi sosial yang dilakukan oleh Yayasan di bidang teknologi pendidikan ini patut dicontoh oleh lembaga lain, karena mengombinasikan isu lingkungan (pengelolaan limbah elektronik) dengan isu pendidikan secara harmonis dan efektif.
