Tahun 2025 menjadi momentum bersejarah bagi dunia filantropi dan kesehatan di Indonesia dengan munculnya berbagai apresiasi terhadap lembaga yang konsisten memberikan dampak nyata. Salah satu momen paling membanggakan adalah saat sebuah lembaga sosial berhasil Raih Penghargaan GENTING (Gerakan Pencegahan Stunting) tingkat nasional. Penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi, melainkan bukti nyata dari dedikasi panjang dalam memperbaiki kualitas hidup generasi mendatang melalui intervensi gizi dan edukasi kesehatan yang berkelanjutan di berbagai pelosok daerah.
Di balik prestasi tersebut, terdapat peran besar dan Komitmen Yayasan ABM yang secara sistematis telah menyusun program-program strategis di lapangan. Yayasan ini menyadari bahwa tantangan kesehatan nasional tidak bisa diselesaikan hanya dengan bantuan sesaat, melainkan membutuhkan kehadiran yang konsisten dan pemahaman mendalam tentang akar permasalahan di tingkat rumah tangga. Melalui pendekatan yang humanis dan kolaboratif, mereka berhasil menggerakkan berbagai lapisan masyarakat untuk lebih peduli terhadap pertumbuhan anak sejak masa kehamilan hingga seribu hari pertama kehidupan.
Fokus utama yang dijalankan adalah mendukung program pemerintah dalam hal Percepatan Penurunan Stunting secara nasional. Stunting bukan hanya masalah tinggi badan anak yang tidak optimal, melainkan ancaman terhadap perkembangan kognitif dan daya saing bangsa di masa depan. Jika masalah ini tidak segera ditangani secara serius, Indonesia akan menghadapi tantangan besar dalam mencapai visi Indonesia Emas. Oleh karena itu, yayasan ini mengalokasikan sumber daya yang signifikan untuk menyediakan akses pangan bergizi, air bersih, serta layanan sanitasi yang layak bagi keluarga prasejahtera yang selama ini luput dari jangkauan.
Strategi yang diterapkan oleh yayasan mencakup berbagai pilar penting. Pertama, penguatan kapasitas kader kesehatan di tingkat desa agar mereka mampu melakukan deteksi dini terhadap gejala anak yang berisiko mengalami gangguan pertumbuhan. Kedua, edukasi mengenai pentingnya asupan protein hewani bagi balita yang dilakukan secara masif melalui berbagai kanal komunikasi. Ketiga, penyediaan bantuan pangan tambahan yang diproduksi secara lokal, sehingga program ini juga berdampak positif pada pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. Sinergi antara aspek kesehatan dan ekonomi inilah yang membuat program yayasan ini dianggap sangat efektif dan inovatif.
