Tantrum atau luapan emosi kuat adalah fenomena yang hampir dialami oleh setiap anak usia dini (terutama antara usia 1 hingga 4 tahun). Peristiwa ini ditandai dengan tangisan histeris, guling-guling di lantai, hingga menahan napas, dan seringkali membuat orang tua merasa panik atau frustrasi. Menghadapi Tantrum membutuhkan kesabaran, pemahaman, dan strategi yang tepat, bukan respons emosional yang setara dari orang tua. Menghadapi Tantrum secara efektif adalah kunci untuk mengajarkan anak mengenai regulasi emosi di masa depan, menjadikannya bagian penting dari Positive Parenting.
Kunci pertama Menghadapi Tantrum adalah memahami mengapa hal itu terjadi. Tantrum seringkali bukan disebabkan oleh kenakalan, melainkan oleh ketidakmampuan anak balita untuk mengomunikasikan kebutuhan atau perasaannya secara verbal. Rasa lelah, lapar, frustrasi, atau merasa tidak dimengerti adalah pemicu utama. Sebagai strategi pencegahan, orang tua perlu memastikan kebutuhan dasar anak terpenuhi. Misalnya, jika jadwal tidur siang anak biasanya pada pukul 13.00, orang tua harus menghindari aktivitas yang memicu konflik di waktu tersebut.
Ketika tantrum benar-benar terjadi, strategi yang paling efektif adalah tetap tenang dan melakukan Time-In (waktu bersama), bukan isolasi. Orang tua harus berupaya menjaga keselamatan anak dan lingkungan, lalu berjongkok sejajar dengan anak. Langkah ini sering disebut co-regulation. Berikan pengakuan terhadap emosi anak tanpa mengalah pada permintaan yang menyebabkan tantrum. Contohnya, katakan, “Mama/Papa lihat kamu marah sekali karena tidak boleh main ponsel. Tidak apa-apa marah, tapi ponsel bukan untuk mainan.” Teknik ini bertujuan untuk menenangkan sistem saraf anak. Pusat Kesehatan Anak dan Remaja Cakra pada seminar tanggal 24 Juli 2025 menyarankan orang tua untuk menahan respons selama 30 detik pertama tantrum, karena pada fase ini anak belum bisa mencerna kata-kata.
Setelah tantrum berakhir, jangan menghukum anak. Sebaliknya, gunakan momen ini untuk mengajar. Setelah anak benar-benar tenang, diskusikan secara singkat apa yang terjadi dan bagaimana cara yang lebih baik untuk mengekspresikan emosi tersebut di lain waktu. Orang tua bisa mengajarkan kata-kata sederhana untuk meminta bantuan atau menyampaikan rasa frustrasi. Dengan konsistensi dan empati dalam Menghadapi Tantrum, orang tua membantu anak membangun keterampilan emosional yang jauh lebih berharga daripada memenangkan setiap argumen.
